Bagi sebagian besar orang, kata “pandemi” mungkin baru pertama kali didengar pada tahun ini akibat terjadinya pandemi Covid-19. Pandemi merujuk kepada kejadian penyebaran penyakit infeksius yang tersebar hingga beberapa benua. Pada 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) mendeklarasikan Covid-19 sebagai pandemi karena kasusnya sudah ditemukan di berbagai benua. Per Oktober 2020, kasus Covid-19 sudah mencapai 350 ribu kasus di Indonesia dan 38 juta kasus di dunia. 

Covid-19 bukanlah kasus pandemi pertama yang pernah terjadi di dunia. Kasus pandemi lain di masa lalu yang cukup terkenal adalah pandemi flu Spanyol pada tahun 1918 yang menginfeksi hingga 500 juta jiwa atau sekitar ⅓ populasi di dunia pada saat itu. Lebih dekat dari itu, ternyata satu dekade yang lalu juga sempat terjadi pandemi, yaitu pandemi flu babi pada tahun 2009. 

 

Flu Spanyol 1918

Flu Spanyol mulai menjadi sebuah pandemi pada tahun 1918 dan terus berlanjut hingga musim dingin tahun 1919. Nama flu ini sebenarnya menyesatkan karena flu ini tidak berasal dari Spanyol, tetapi Spanyol merupakan negara pertama yang memberitakan wabah flu ini secara terbuka di pers. Flu Spanyol disebabkan oleh virus influenza A H1N1 yang pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia I. Setelah melalui tiga gelombang dan berakhir pada akhir 1919, flu Spanyol berhasil merenggut 50 juta jiwa di seluruh dunia. 

Berbeda dengan virus influenza lainnya dan SARS-CoV-2, kasus kematian Flu Spanyol sebagian besar tersebar pada orang sehat dan muda berumur 20 – 40 tahun. Hal ini mungkin disebabkan masih terbatasnya ilmu kedokteran, alat diagnostik, fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatan pada saat itu. Perkembangan ilmu kedokteran dan pembelajaran dari pandemi flu Spanyol berkontribusi terhadap penanganan pandemi Covid-19 kali ini. 

 

Flu Babi 2009

Sebagai pandemi terakhir sebelum Covid-19, kasus flu babi memang tak begitu mendapat sorotan. Namun, flu babi berhasil menginfeksi sekitar 490 ribu jiwa dan tercatat merenggut sekitar 18 ribu jiwa di dunia. Angka tersebut adalah kasus yang berhasil terkonfirmasi. Nyatanya, estimasi jumlah kasus yang sebenarnya diperkirakan mencapai 700 ribu hingga 1,4 juta kasus di dunia. 

Meskipun memiliki agen virus yang sama (virus influenza H1N1), virus penyebab flu babi merupakan virus golongan baru. Akibatnya, vaksin yang sudah beredar pada saat itu tidak berhasil mencegah penyebaran kasus flu babi. Berbeda dengan kebanyakan virus influenza, sebagian besar kasus flu Babi ditemukan pada anak-anak dan dewasa usia paruh baya. Bahkan, sekitar 80% kasus kematian dilaporkan terjadi pada orang dewasa berusia di bawah 65 tahun. 

Selain flu Spanyol dan flu babi, dunia juga pernah menghadapi beberapa epidemi yang berpotensi menjadi pandemi. Penyakit epidemi tersebut disebabkan oleh virus corona, sama seperti Covid-19, tetapi merupakan golongan yang berbeda. Penyakit epidemi tersebut adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) 2002 dan Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) 2012. Untuk membaca lebih lanjut mengenai kedua penyakit yang sempat mengguncang dunia, silahkan mengunjungi https://beranisehat.com/mengulas-riwayat-pandemi-dunia/ 

 

Temukan infografis menarik  di:  https://www.instagram.com/p/B-W0xJjHTTF/?utm_source=ig_web_copy_link 

Oleh: Gerald Aldian Wijaya

Reviewer: Billy Pramatirta